Home / Daerah / Mamuju / Revitalisasi Perpustakaan Daerah ; Perluasan Peran Berbasis Inklusi Sosial

Revitalisasi Perpustakaan Daerah ; Perluasan Peran Berbasis Inklusi Sosial

Spread the love

Mamuju — Perpustakaan kerap hanya menjadi gudang buku bacaan dan dianggap tidak mengasyikkan bagi segelintir orang. Perannya yang secara khusus sebagai tempat mencari referensi bacaan kian pupus disapu oleh era digitalisasi dengan peningkatan layanan Website berbasis search engine.

Mengantisipasi hal tersebut, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Sulawesi Barat menggelar Sosialisasi Pengembangan Program Revitalisasi Perpustakaan Daerah yang dilaksanakan di Hotel Maleo Matos, Kamis (12/9/2019).

Perwakilan Deputi II Pengembangan SDM Perpustakaan, Perpusnas RI, Suprio S.Sos dalam kegiatan tersebut mengungkapkan proses transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial penting dilaksanakan. Hal ini termasuk peningkatan minat baca melalui program Literasi bagi masyarakat usia dewasa.

“Perpustakaan berperan penting dalam mendorong proses literasi ditengah masyarakat untuk membangun kecerdasan bangsa, oleh karena itu perlu ada peningkatan kapasitas berbasis inklusi Sosial,” paparnya

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 Perpustakaan harus mampu hadir untuk seluruh lapisan masyarakat Tampa terkecuali. Ia berharap agar kelompok marjinal dan disabilitas dapat memiliki akses keseluruh perpustakaan daerah dan desa yang ada di Sulbar.

“Perlu ada peningkatan SDM pengelola perpustakaan, dalam meningkatkan minat membaca masyarakat perlu adanya promosi gemar membaca di setiap Perpustakaan. Beragam fasilitas dan pelatihan pun harus hadir sehingga perpustakaan menjadi tempat yang nyaman bukan hanya sekedar wahana mencari referensi bacaan di masyarakat,” jelas Suprio.

“Jika masyarakat telah mendapatkan kenyamanan dan paham akan manfaat Perpustakaan di daerah maka minat baca juga akan meningkat yang berkorelasi dengan meningkatnya kualitas SDM daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Pemerintahan Pemprov Sulbar, Jamila, SH, MH dalam kegiatan itu mengatakan bahwa, sejauh ini pihaknya juga telah berkontribusi dengan pengembangan kapasitas perpustakaan daerah melalui bantuan hibah pengadaan buku.

Ia berharap, agar Perpusnas RI dapat turut mendukung pengembangan perpustakaan yang ada di daerah hingga desa melalui pelatihan dan sertifikasi pustakawan serta membantu pengadaan buku bacaan dari pusat.

“Di Sulbar sendiri telah terbentuk 465 Perpustakaan desa dari 592 desa yang ada, 465 desa ini telah kami bantu pengadaan bukunya melalui dana hibah. Terbatasnya anggaran Daerah sehingga masih ada 127 Perpustakaan desa lagi yang belum dibantu. dengan minimnya anggaran Dinas Perpustakaan, kuantitas dan kualitas buku yang disediakan juga masih terbatas,” ungkap Jamila.

“Tentu kehadiran Perpusnas kami harap dapat memfasilitasi agar bagaimana buku bacaan yang menarik yang ada di Jakarta bisa tersalurkan hingga ke desa sehingga minat baca masyarakat dapat meningkat,” tambahnya

Untuk diketahui, pada tahun 2020 Pemprov Sulbar mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 15 Miliar yang akan digunakan untuk membangun gedung perpustakaan Sulawesi Barat.

“Kita dapat dana DAK untuk tahun 2020 mendatang senilai Rp 15 Miliar untuk membangun gedung Perpustakaan yang letaknya di Jalan Arteri Mamuju,” terang Asisten III Pemprov Sulbar, Jamila.

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!