Home / Opini / Merdeka Diujung Cemara

Merdeka Diujung Cemara

Spread the love

OPINI — Satu bangsa yang merdeka tentu memiliki ideologi, yang didalamnya syarat makna dan filosopi untuk menjadi role dari semua kehidupan masyarakat dalam menciptakan pradaban dan kepribadian bangsanya.

Arti merdeka maka kita akan menyaksikan dimana masyarakatnya dengan tingkat kebahagiaan yang tinggi. Toleransi, kemakmuran, keadilan, bahkan perbedaan menjadi perekat persatuan didukung oleh media sosial yang sehat.

Sumber daya alam dikelolah scara efisien oleh anak bangsa yang memiliki keahlian sejajar dan etos kerja diatas rata rata. Gini rasio yang sempit sebagai bagian dari keadilan ekonomi, semua menjadi taat hukum akibat hukum tidak membedakan latar beralang dan independensi pradilan sangat terhormat akibatnya setiap putusan yang dikeluarkan selalu menciptakan rasa adil. Optimesme generasi muda dan anak kampus sangat tinggi akibat pola pengololaan lapangan kerja yang adil dan efisien.

Akibatnya warga negara menjadi bangga dengan negara dan bangsanya tidak minder bergaul dengan bangsa bangsa lain di dunia bisa bersaiang dalam bidang apapun juga, produksi dalam negeri dalam bentuk mesin mesin dan alat tranportasi termasuk teknologi tinggi dapat diproduksi sendiri dan menjadi tuan rumah di negerinya.

Sistim politik dan pemilu telah terlembagakan dengan baik, tidak berubah ubah dan proses demokrasi berjalan adil tampa intrik dan kecurangan serta rasa dendam dan perpecahan. Yang menang dalam pemilu mengayomi yang yang kalah dan yang kalah tidak sakit hati dan mensupport yang menang.

Setiap pemeluk agama, merdeka dan tidak ada rasa takut akan segala bentuk persekusi ataupun teror dalam menjalankan ibadah dan pengamalan dalam agamanya. Tidak ada satu etnispun yang merasa minoritas dan mayoritas semua lebur dalam satu kepentingan bangsa. Harmoni kehidupan sosial berjalan dengan damai dibawah payung ideologi yang satu pancasila dan UUD 45

Itulah merdeka, merdeka secara benar, merdeka secara hakiki dan benar benar MERDEKA.

Apakah gambaran diatas telah hadir dilingkungan saudara ?,,,,,,,,,,,
Di ujung cemara mereka selalu memperingati hari PROKLAMSI 17/8/45 dengan tarik tambang, katanya karena tambangnya bukan dia yang mengololah tapi mereka. Akibatnya kita cukup lombah TARIK TAMBANG saja.

Sekali merdeka tetap merdeka, kalau belum saat ini berarti kedepan mari kita sadar dan wujudkan bersama sama arti hakiki kemerdekaan yang kita peringati tahun ini.
DIRGAHAYU RI KE 74 – 2019.

Puncak, 16 agustus 2019

S D K

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!