Home / Ekonomi & Bisnis / Problem Ketenagakerjaan, Pemprov Sulbar Mulai inovasi Regulasi

Problem Ketenagakerjaan, Pemprov Sulbar Mulai inovasi Regulasi

Spread the love

Mamuju — Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan membuka celah peningkatan angka pengangguran di wilayah Sulawesi Barat, olehnya terobosan melalui inovasi regulasi mulai disusun pemprov Sulbar melalui sebuah Rancangan Perda Ketenagakerjaan.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris dalam rapat paripurna pembahasan sejumlah ranperda yang dilaksanakan di Gedung DPRD Sulbar, Senin (5/8/2019) mengungkapkan peningkatan kualitas masyarakat khususnya yang berada di usia kerja akan lebih diperhatikan pemerintah daerah.

“Didalam Ranperda ketenagakerjaan ini memuat strategi kebijakan, perencanaan ketenagakerjaan, pelatihan dan pemagangan, penempatan dan perluasan kerja, hubungan kerja dan industrial maupun penggunaan tenaga kerja asing,” sebut Idris dalam sambutannya pada rapat paripurna tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, pengalokasian anggaran untuk mendukung hal tersebut akan dilakukan, seperti penyiapan peluang-peluang untuk mendapatkan pelatihan maupun proses magang.

“di Sulbar hal tersebut sangat kecil, peluang-peluang untuk mendapatkan keterampilan sangat sedikit dibanding peluang kerja yang ada diluar, olehnya hal ini yang coba kita benahi,” ungkap Sekprov Sulbar itu, usai pelaksanaan sidang paripurna tersebut.

Lembaga pendidikan dan tenaga pendidik terampil akan disediakan untuk mendukung Peningkatan kualitas dan kapasitas angkatan kerja Sulbar kedepan.

“Jika Perda ini ditetapkan tahun ini maka kita sudah bisa melakukan percepatan pengelolaan dan menajemen ketenagakerjaan di Sulbar, dalam hal ini meningkatkan kapasitas fungsi dinas ketenagakerjaan,” Harap Muhammad Idris

“BLK (Balai Latihan Kerja, red), BLK Plus maupun BLK Mandiri akan kita munculkan, kalau tidak demikian yah pengangguran akan tetap tinggi di Sulbar,” pungkasnya.

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!