Home / Daerah / Mamuju / HUT Ke 479, Yuslifar Berharap Mamuju Tak Latah Jadi Ibu Kota

HUT Ke 479, Yuslifar Berharap Mamuju Tak Latah Jadi Ibu Kota

Spread the love

Direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar Yunus Jafar, menyebut kabupaten Mamuju di usianya yang ke 479 telah merasakan pasang surut dinamika kesejarahan. Pasang surut itu menurutnya harus dijadikan pelajaran berharga.

Meski telah mengalami kemajuan, tapi posisi Mamuju memiliki tantangan yang lebih berat karena statusnya sebagai sebagai ibu kota Sulawesi Barat.

“Mamuju sejalan dengan sejarah panjangnya sudah sampai di titik menjadi ibu kota Sulawesi Barat. Status ini yang mewajibkan kita bertransformasi menjadi lebih maju dan modern. Ini PR yang harus disadari oleh top leader pemerintah.” Sebut Yuslifar.

Direktur Pespektif Mamuju ini menilai Habsi-Irwan belum cukup fokus dan konsisten mendesain strategi lebih makro untuk menyelesaikan sejumlah beban krusial kabupaten Mamuju.

“Mamuju masih berkutat di problem sosial ekonomi, ruang minim kerja budaya dan elaborasi SDM dan SDA. Untuk bisa melepaskan beban ini, Pemkab Mamuju harus lebih konsisten dengan desain yang lebih makro. Kita tidak menyebut gagal, tapi pemerintah periode sekarang belum cukup greget di segmen ini.” Terangnya.

Pria yang akrab disapa bang Yus ini, menilai HUT Mamuju ke 479 sebagai kesempatan berevaluasi, berinovasi dan berakselerasi dengan wawasan perspektif yang lebih terbaharukan.

“Mau tidak mau, siap tidak siap, Mamuju akan menjadi patron pertumbuhan dan kemajuan bagi kabupaten lainnya. Jadi, tantangan utama kita di sektor sosial ekonomi budaya dan problem geopolitik yang kompleks. Kalau mau eksis berperan sebagai pusat pertumbuhan regional, maka Mamuju jangan bergerak latah sebagai ibu kota.” Kunci Yuslifar.

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!