Home / Ekonomi & Bisnis / Sambuq, Saqbe dan Sekomandi Jadi Tren Fashion yang akan dikembangkan Sulbar

Sambuq, Saqbe dan Sekomandi Jadi Tren Fashion yang akan dikembangkan Sulbar

Spread the love

Mamuju — Tiga motif kain tenun khas Sulawesi Barat yang terdiri dari Sambuq asal Mamasa, Kain Saqbe asal Mandar (Polman, Majene) dan Sekomandi asal Mamuju terus perkembangannya oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Ketiga Motif kain tersebut diubah fungsi dan kegunaannya menjadi sebuah tren fashion oleh Desainer Hj. Sari Lasami yang juga merupakan pemerhati tenun dari srikandi tenun sulbar. Gaun, rok, baju atasan bahkan tas jinjing kekinian menjadi produk yang dibuat Hj. Sari Lasami menggunakan ketiga motif kain tersebut.

Semua hasil desainnya ditampilkan dalam pagelaran Fashion Show, Festival Tenun Budaya Daerah, Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Aula Lantai 4 Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat. Senin (24/6/2019)

Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi mengungkapkan sektor pendukung pariwisata seperti bahan olahan khas daerah yang salah satunya tenun dapat menjadi sebuah daya tarik promosi bagi para wisatawan yang ada di Sulawesi Barat.

“Sektor-sektor pendukung pariwisata seperti ini akan terus kita dorong. Tahun 2018 lalu, kunjungan wisatawan ke Sulbar hanya 750 orang, ini tantangan bagi kita karena pariwisata dapat berkembang atas dukungan semua lini, salah satunya dengan kita memperkenalkan budaya miliki kita melalui event-event seperti yang kita lakukan saat ini,” ungkap Farid Wajdi.

Lebih lanjut, Farid Wajdi berharap hasil tenun sulbar yang dipersiapkan menjadi ikon dan oleh-oleh cenderamata saat berkunjung ke Sulbar dapat dikenal luas oleh masyarakat indonesia pun demikian bagi pelancong internasional.

Sementara itu, Sekertaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris saat menghadiri pagelaran Fashion Show, Festival Tenun Budaya Daerah tersebut mengapresiasi hasil karya desainer Hj. Sari Lasami yang merupakan pemerhati tenun mandar. Ia berharap aktifitas-aktifitas pendukung kepariwisataan seperti itu bisa terus ditingkatkan.

“ini salah satu upaya kita dalam mempertahankan budaya, perlu ada langkah sistematik yang melibatkan seluruh stakeholder, pemangku kebijakan, pengusaha dan perbankan serta keterlibatan masyarakat, bukan cuma pemerintah saja sehingga akan lahir sebuah karya monumental yang dapat memperkenalkan Sulawesi Barat ke kancah nasional dan Internasional,” ungkap Muhammad Idris.

Terkait Hasil Karya Hj. Sari Lasami maupun produk-produk dari kain tenun khas Sulawesi Barat idris mengaku akan terus berupaya dalam mengembangkan dan membantu agar para pengusaha daerah yang bergerak disektor tersebut bisa terus berkarya dan berinovasi.

“Untuk pasarannya sendiri sudah mulai dilirik dikancah nasional, upaya kita dari pemerintah daerah ialah terus mendukung, utamanya sekarang ini yang kita support atau kita jaga adalah para pengrajinnya sehingga budaya tenun kita ini bisa terus beregenerasi,” pungkas Sekprov Sulbar. (***/iqbal)

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!