Home / Ekonomi & Bisnis / Mei 2019, Kenaikan Nilai Tukar Petani Sulbar tertinggi di Indonesia

Mei 2019, Kenaikan Nilai Tukar Petani Sulbar tertinggi di Indonesia

Spread the love

Mamuju — Sulawesi Barat mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) secara signifikan pada Mei 2019, yakni sebesar 0,83 persen jika dibandingkan pada april 2019. NTP Sulbar pada Mei 2019 sebesar 112,01 sedang April 2019 sebesar 111,09.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Win Rizal dalam rilis Badan Pusat Statistik perwakilan Sulawesi Barat, senin (10/6/ 2019).

“NTP Sulbar menjadi yang tertinggi di Indonesia. NTP kita sebesar 112,01 terjadi peningkatan 0,83 persen, lebih tinggi dari angka NTP secara nasional yang hanya 102,61 atau hanya meningkat 0,38 persen,” sebut Win Rizal.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani, serta menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

NTP Sulbar menurut Subsektor, tercatat untuk subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) 109,96; Subsektor Holtikultura (NTP-H) 117,15; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R) 120,80; Subsektor Peternakan (NTP-T) 105,99; dan Subsektor Perikanan (NTN)108,59.

“Apabila diamati, NTP menurut subsektor bulan Mei 2019, dibandingkan dengan NTP subsektor yang sama bulan sebelumnya, tiga subsektor mengalami kenaikan atau perubahan positif. yakni Subsektor Holtikultura naik 0,03 persen, Subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 2,65 persen dan subsektor perikanan naik sebesar 0,30 persen,” papar Win Rizal.

Sementara untuk Subsektor yang mengalami penurunan pada Mei 2019 yaitu subsektor tanaman pangan yang turun sebesar 0,49 persen dan subsektor peternakan sebesar 0,26 persen.

Peningkatan NTP Sulbar yang signifikan dipicu oleh perubahan indeks harga yang diterima petani yang naik sebesar 1,91 persen dan indeks yang dibayar petani yang juga naik sebesar 1,07 persen.

Secara umum naiknya harga komoditi hasil pertanian dari bulan sebelumnya sejalan namun lebih cepat dibandingkan dengan naiknya harga barang-barang keperluan konsumsi dan produksi.

“Hasil pemantauan harga konsumen pedesaan menunjukkan terjadinya inflasi pedesaan di Sulawesi Barat pada mei 2019 sebesar 1,32 persen dan menjadikan Sulawesi Barat berada diurutan kedelapan dari 30 Provinsi diindonesia yang mengalami inflasi Pedesaan,” ungkap Kepala BPS Sulbar itu.

(Redaksi/Iqbal)

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!