Home / Nusantara / Hari Pertama Kerja, Sekprov Ingatkan ASN Tinggalkan Kebiasaan Lama

Hari Pertama Kerja, Sekprov Ingatkan ASN Tinggalkan Kebiasaan Lama

Spread the love

Mamuju — Pasca Cuti dan Libur panjang perayaan hari lebaran Idul Fitri 2019, ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas diri dan meninggalkan kebiasaan lama yang buruk.

Saat memimpin upacara dihari pertama kerja, usai melalui libur perayaan Idul Fitri, Senin (10/6/ 2019). Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengungkapkan Momen Idul Fitri merupakan ajang silaturrahim sekaligus ajang perbaikan kinerja bagi setiap aparatur sipil negara lingkup Pemprov Sulbar (ASN) yang tidak hanya sebagai perintah dari pimpinan tetapi juga merupakan pesan dan perintah agama.

” Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri. ASN harus tinggalkan kebiasaan lama serta meraih kebiasaan baru yang lebih baik,” kata Idris.

Ia berharap, hari pertama kerja kembali bagi ASN untuk mendapatkan energi baru dari semangat bulan ramadan yang telah usai dilaksanakan, olehnya diharapkan secara bersama selalu memikirkan penyelesaian segala permasalahan pekerjaan pemerintah daerah, sehingga momen ramadan yang diakhiri dengan kondisi kembali fitrah dijadikan perbaikan bagi diri pribadi dan orang lain, begitupun kebersihan lingkungan kerja yang perlu selalu dijaga.

“Kita kembali kepada kesucian kita, dan mari kita manfaatkan kesucian yang telah didapat agar bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak, terutama dalam berorganisasi,” harapnya

Lebih lanjut Idris menyampaikan, berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar, jumlah pegawai Pemprov Sulbar sebanyak 2.151 orang, dimana terdapat 198 orang pegawai yang terbukti tidak mengikuti upacara hari lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2018 lalu, sehingga berdasarkan aturan yang telah disepakati pegawai tersebut akan dikenakan sanksi berupa penahanan gaji Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) dan akan berdampak pada gaji 13 PNS.

Pada kesempatan tersebut, Sekprov Muhammad Idris juga menyinggung capaian kinerja Pemprov Sulbar dipertengahan tahun 2019 yang dinilai berjalan lambat. Itu terlihat dari grafik kinerja OPD hanya mencapai 50 persen keberhasilan , dan masih sibuk pada pekerjaan yang semestinya dilakukan di awal tahun.

“Ini perlu menjadi perhatian khusus bagi tiap OPD, serta kedepan, tidak ada lagi perjalanan dinas luar daerah yang hanya menghambat percepatan kinerja Pemprov Sulbar itu sendiri. Sebenarnya pekerjaan kita tidak sulit, tetapi para pekerja kita yang sulit, maka dari itu pimpinan akan memperhatikan dan memberikan penghargaan kepada pegawai yang mau merubah diri dan disiplin, ” tegas Idris

Ia juga menyebutkan apresiasi atas capaian hasil kerja Pemprov Sulbar yang kembali mendapatkan status Wajar tampa Pengecualian (WTP) dipertegahan bulan ramadan lalu perlu dibanggakan, meskipun terdapat banyak catatan yang harus diperhatikan, hal tersebut menunjukkan bentuk kelalaian dan kepatuhan yang masih rendah terutama proyek-proyek besar.

“Kita bersyukur karena kita telah mendapat WTP tetapi banyaknya catatan-catatan yang perlu diperhatikan yang menjadi usaha pintu masuk KPK untuk mengawasi kita,”sebut mantan Deputi Diklat LAN RI tersebut

Selain capaian WTP, Sekprov juga memberikan apresiasi yang besar juga kepada Provinsi Sulbar atas Akreditasi C Pelatihan Diklat Prajabatan bagi Pegawai Negeri Sipil, sehingga kewenenangan dalam mengeluarkan sertifikasi dari lembaga-lembaga dapat diwujudkan.

“Walaupun hal tersebut masih berstatus paling standar atau paling bawah, hal tersebut patut disyukuri karena hal tersebut merupakan salah satu persyaratan kelayakan pelatihan,” ucapnya. (rls/far/iqb)

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!