Home / Ekonomi & Bisnis / Belasan Tabung gas Melon terciduk di Restoran dalam kota Mamuju

Belasan Tabung gas Melon terciduk di Restoran dalam kota Mamuju

Spread the love

Mamuju — Tabung gas LPG 3 kg atau yang biasa disebut dengan tabung melon yang seyogyanya diperuntukkan bagi masyarakat taraf ekonomi kebawah justru disalahgunakan oleh sebagian oknum yang tidak layak menggunakannya.

Salah satunya seperti yang ditemui di beberapa restoran dan rumah makan besar yang ada dalam kota mamuju, saat dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Pemprov Sulbar yang melibatkan berbagai unsur seperti kepolisian dan pihak Pertamina, Sabtu (4/5/2019)

Ada empat rumah makan yang didapati menggunakan tabung dengan ciri khas warna hijau tersebut, yakni, warung makan gayatri, rumah makan soto ayam rio dan rumah makan yummy.

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeny Anwar saat melakukan sidak tersebut sangat menyesalkan ulah para pengusaha tersebut. para pengusaha yang kedapatan menggunakan tabung melon tersebut langsung diambil untuk ditukarkan dengan tabung gas bright dan diatasnya.

“Setelah kita temukan hal ini, langsung kita sikapi dengan menarik tabung gas tersebut untuk ditukar dengan tabung yang semestinya mereka gunakan,” ungkap Enny

Sementara itu, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengungkapkan bahwa hal tersebut akan dijadikan laporan untuk ditindak lanjuti bersama dalam membuat rumusan kebijakan terkait peredaran gas tiga kilogram yang kini semakin langka di Mamuju.

“Ini menjadi catatan kita dan rekomendasi ke pihak pertamina bahwa ada kesalahan dalam penyaluran gas LPG 3 Kg ke masyarakat. dan ini akan kita rapatkan secara bersama untuk dilakukan penindakan,” ungkap Idris.

Seperti diketahui, gas 3 Kg atau tabung melon kini menjadi langka ditengah masyarakat jelang permulaan bulan ramadhan. Baik Pemerintah Daerah Maupun Pihak Pertamina selaku distributor tengah mencari penyebab kelangkaan tersebut.

Sales Eksekutif Rayon 1 Pertamina, Rizal Arsyad mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi bagi seluruh pangkalan LPG, Agen, pedagang pengecer untuk tidak menjual LPG 3 Kg ke yang tidak berhak menggunakannya seperti masyarakat ekonomi keatas seperti PNS dan pengusaha rumah makan.

Pun demikian bagi para pengusaha yang masih menggunakan tabung gas 3 Kg untuk segera mengganti penggunaan ke tabung Bright gas maupun diatasnya.

“Kita telah sosialisasikan sejak april bulan lalu ke para pengusaha utamanya pemilik rumah makan dan restoran untuk tidak lagi menggunakan gas 3 Kg. seperti yang ditemukan ini sudah pernah kita sosialisasikan, dan dengan penemuan ini, tabung gasnya langsung kita ambil untuk ditukar dengan tabung gas ukuran diatasnya,” ungkap Rizal

Dari keterangan yang diperoleh, para pemilik rumah makan membeli tabung gas 3 Kg kosong dan menukarkannya di para pedagang gas yang menjual secara eceran.

Editor : Iqbal Tabah

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!