Home / Ekonomi & Bisnis / Nilai Tukar Petani Sulbar Meningkat di April 2019

Nilai Tukar Petani Sulbar Meningkat di April 2019

Spread the love

Mamuju — Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Barat di bulan April 2019 mengalami kenaikan sebesar 1,39 persen atau berada di poin 111,09 atau naik sebesar 1,39 persen jika dibandingkan dengan NTP Maret 2019 yang sebesar 109,56

Hal ini disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,67 persen dan indeks yang dibayar petani naik sebesar 0,28 persen. Secara umum naiknya harga komoditi hasil pertanian dari bulan sebelumnya sejalan namun lebih cepat dibandingkan dengan naiknya harga barang-barang keperluan konsumsi dan produksi. Akibatnya, perbandingan antara indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar petani cenderung lebih tinggi.

Hal tersebut dikemukakan kepala bidang Statistik distribusi data Badan Pusat Statistik Sulbar, Fredy Takaya, saat menggelar Press Rilis laporan bulanan statistik, Kamis (2/5/2019) di gedung BPS Sulbar.

“NTP menurut subsektor tercatat untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) 101,46; Subsektor Hortikultura (NTP-H) 117,12; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R) 117,67; Subsektor Peternakan (NTP-T) 106,27; dan Subsektor Perikanan (NTN) 108,27,” ungkap Fredy Takaya

Selain itu, dari hasil pemantauan BPS Sulbar harga konsumen perdesaan menunjukkan terjadinya inflasi perdesaan di Sulawesi Barat pada April 2019 sebesar 0,37 persen.

Hal tersebut secara umum dipicu oleh indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan, indeks harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, indeks harga kelompok pengeluaran sandang, indeks harga kelompok pengeluaran kesehatan, dan indeks harga kelompok pengeluaran transportasi dan komunikasi yang mengalami peningkatan.

Inflasi di daerah perdesaan terjadi di 30 provinsi di Indonesia, tertinggi di Gorontalo sebesar 1,75 persen dan terendah di Maluku Utara sebesar 0,13 persen. Sementara itu, tiga provinsi lainnya mengalami deflasi, tertinggi di Kepri sebesar 0,22 persen. Sulawesi Barat menempati urutan ke-22 dari 30 provinsi yang mengalami inflasi perdesaan.

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!