Home / Daerah / Mamuju / Bersama NGO Asal Jerman, AJI Kota Mandar Gelar Diskusi Jaminan Kesehatan

Bersama NGO Asal Jerman, AJI Kota Mandar Gelar Diskusi Jaminan Kesehatan

Spread the love

Mamuju — Friedrich Eberto Stiftung (FES), NGO asal Jerman bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar, menggelar diskusi publik tentang jaminan kesehatan bagi masyarakat utamanya pekerja Jutnalistik dan Aktivis mahasiswa dan sosial masyarakat yang dilaksanakan Jumat (05/04/19) di hotel Maleo Town Square Mamuju.

Mengangkat tema “Menuju Jaminan Kesehatan Semesta, Capaian dan Tantangan” juga kerjasama Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Hadir sebagai narasumber di sesi pertama, yakni anggota DJSN Ahmad Anshory, Film Maker, Ronny Adolof Buol dan WatchDoc, Yuni Eko Sulistiono.

Diskusi Publik ini diselenggarakan sebayak dua sesi. Sesi pertama diawali dengan pemutara film ‘Enam Penjuru’, film yang menceritakan kondisi layanan kesehatan dalam dan luar negeri.
Di sesi kedua, hadir sebagai narasumber Kabid Pelayanan Kepesertaan dan Pendaftaran BPJS Kesehatan Mamuju, Arif Rahman, Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Mamuju, Imam Muh Amin dan Kepala Seksi Pelayanan Medis RS Mitra Manakarra dr. Harman.

Divisi Program Officer FES, Rina Julvianty mengatakan, diskusi tersebut bertujuan untuk memaparkan sistem pelayanan kesehatan di indonesia dengan menampilkan pemutaran film ‘Enam Penjuru yang meyorot sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Tahun lalu kami sudah menskriningnya di Palembang. Kemudian kedua kali kami lakukan di Mamuju,”ujarnya.

Ia mengatakan, FES mencoba mengkombinasikan pemutaran film tersebut dengan edukasi publik. adapun terkait regulasi tentang jaminan kesehatan di Indonesia sangat-sangat dinamis, selalu ada regulasi yang muncul dalam rentang waktu yang tidak lama.

“Kita belum sempat paham yang satu, kemudian keluar lagi yang lain. Nah disitulah kita akan mendiskusikan apa manfaat yang kita dapatkan jika ikut serta menjadi peserta BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan,”katanya.

“Disini nanti teman-teman bisa bertanya karena akan hadir perwakilan BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan. Karena kami bersama AJI Indonesia mencoba menfasilitasi melalui cara ini,” tambahnya.

Diskusi ini dihadiri puluhan wartawan, mahasiswa dan LSM. Hadir juga Ketua Komisi Informasi Sulbar, Rahmat Idrus dan Komisioner KPID Sulbar, Masram.

Salah satu nggota DJSN Ahmad Anshory mengatakan, mendiskusikan soal jaminan sosial nasional, pada dasarnya membicarakan hak asasi manusia, baik reparasi tentang HAM maupun hak-hak dasar setiap manusia.

“Salah satunya hak untuk mendorong jaminan sosial. Karenanya apa yang kita diskusikan hari ini sangat penting, karena jaminan sosial itu sangat berkaitan dengan kesuksesan suatu negara,” pungkasnya.

Editor : Iqbal

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!