Home / Ekonomi & Bisnis / Tiga Bulan Berturut-turut Mamuju Alami Deflasi, Mungkinkah Perekonomian Lesu ?

Tiga Bulan Berturut-turut Mamuju Alami Deflasi, Mungkinkah Perekonomian Lesu ?

Spread the love
  • 5
    Shares
Ilustrasi (sumber foto : instagram)

Mamuju — Sepanjang Januari hingga Maret 2019, perekonomian Mamuju tercatat terus mengalami deflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju mengalami deflasi sebesar 0,05 persen di bulan Januari, kemudian kembali deflasi sebesar 0,37 persen di bulan februari dan kembali lagi deflasi sebesar 0,18 persen di bulan Maret.

Oleh Ekonom, deflasi didefinisikan sebagai sebuah fenomena dimana harga-harga barang mengalami penurunan secara terus-menerus dalam periode yang relatif singkat. Merupakan kondisi dimana peredaran mata uang di pasar sangat minim sehingga menyebabkan penurunan harga jual besar-besaran.

Kepala BPS Sulbar, Win Rizal usai menggelar Press Release laporan bulan Statistik, Senin (1/04/2019) mengungkapkan kondisi perekonomian Mamuju yang mengalami deflasi secara terus menerus selama tiga bulan terakhir menunjukkan indikasi kestabilan harga.

“Gambaran gejolak harga selama tiga bulan terakhir ini cenderung stabil. Ada beberapa komoditi yang ditahun sebelumnya harganya naik tapi tidak terlalu tinggi, sekarang mulai proses turun ke harga normal,” ungkap Win Rizal

Mengenai dampak yang ditimbulkan oleh kondisi perekonomian Mamuju yang mengalami Deflasi, Win Rizal menyebutkan bisa memicu para pengusaha untuk memprediksi lonjakan harga yang akan terjadi dimasa mendatang.

“Dengan kondisi ini, dari sisi pengusaha, mereka akan melihat kestabilan harga di pasaran, tidak terjadi lonjakan (fluktuasi, red). Hal ini yang nantinya menjadi dasar untuk mengantisipasi jika nantinya terjadi kenaikan harga, karna tak menutup kemungkinan dibulan berikutnya kita akan mengalami Inflasi. mungkin setelah pilpres atau memasuki bulan ramadhan,” Ungkap Win Rizal.

Mengenai kondisi ekonomi yang semestinya jelang pesta demokrasi Pemilu 2019, Win Rizal mengungkapkan bahwa data yang diperoleh oleh BPS Sulbar hanya menampilkan kondisi Real yang terjadi di masyarakat saja.

“Informasi jangan di Politisasi, BPS hanya menyajikan data sesuai kondisi yang terjadi di masyarakat saja. kalau dilihat potretnya, jelang Pemilu di April 2019 harga-harga cenderung stabil dan terkendali, tidak ada lonjakan kenaikan,” ungkapnya.

Untuk di ketahui, Berdasarkan Hasil Survei Harga Konsumen 82 Kota di Indonesia. Mamuju menempati posisi Deflasi sebesar 0,18 persen dan menempati peringkat 19 dari 31 Kota yang mengalami Deflasi

terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 132,06 pada februari 2019 menjadi 131,82 pada maret 2019.

Deflasi di Mamuju pada Maret 2018 terjadi karena adanya penurunan indeks harga di empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,71 persen ; Kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 Persen ; Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen ; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa Keuangan 0,07 Persen.

Tingkat perubahan indeks tahun kalender maret 2019 di Mamuju adalah deflasi -0,60 persen sedangkan tingkat perubahan indeks tahun ke tahun (maret 2019 terhadap maret 2018) adalah inflasi 0,96 persen

Editor : Iqbal

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!