Home / Hukum & Kriminal / Di Soal Lahan Gudang Toko Suber, Wakil PN Mamuju: Tidak Masuk Obyek Sengketa

Di Soal Lahan Gudang Toko Suber, Wakil PN Mamuju: Tidak Masuk Obyek Sengketa

Spread the love
  • 21
    Shares

MAMUJU — Puluhan warga di Mamuju, belum lama ini mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Mamuju. Kedatangan mereka meminta agar pihak PN segera melaksanakan eksekusi lokasi lahan yang kini ditempati gudang toko Subur.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Mamuju, Heriyanto,SH. MH, yang dihubungi via selulernya membenarkan bahwa lokasi atau lahan yang kini ditempati Jefry Phillips selaku pemilik Toko Suber di pastikan tidak masuk dalam bagian obyek yang ada dalam putusan MA sebagai mana yang di soalkan.

”Tanah lokasi yang bersangkutan (Jefr-red) tidak masuk dalam obyek sengketa, dia juga bukan pihak karena tanah tersebut dia beli dari Baharuddin, yang merupakan batas tanah yang disengketakan, dan ini sudah kita jelaskan kepada tim pengacara penggugat, dan menurut pengacaranya , penggugat sudah paham dengan posisi tersebut ,”Jelas Heriyanto,SH. MH.


Hal senanda dikatakan, tim kuasa hukum Jefry Phillips, Menurut Rustam Timbonga, SH.MH, bahwa sengketa tanah tersebut telah memiliki Putusan hukum berkekuatan tetap yang sebelumnya disebut bahwa tanah milik Jefry Phillips yang kini telah terbangun gudang barang masuk dalam obyek yang disengketakan.

“Sejak awal tanah milik pak Jefry tidak masuk area obyek yang disengketakan, sehingga tidak bisa dieksekusi karena berada di luar area obyek sengketa,”Ujar Rustam

Ia menambahkan, Posisi Jefry juga kata Dia, bukan pihak yang bersengketa, karena tanah tersebut dia beli dari Baharuddin, dan posisi tanah tersebut diterangkan bahwa berbatasan dengan tanah Baharuddin yang dibeli Jefry, di sebelah Timur, sementara lokasi sengketa tanah tersebut berada di sebelah barat.

”Pak Jefry, bukanlah pihak karena tanahnya dibeli dari Baharuddin, yang merupakan batas tanah di sebelah timur yang masuk obyek sengketa tersebut, jadi tidak benar bila mau dieksekusi yang tidak menjadi obyek sengketa, namun bila yang bersangkutan mengklaim silahkan menempuh jalur hukum,”Ucapnya.(**)

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!