Home / Politik & Pilkada / Hadirkan OKP, LSM dan Tokoh Masyarakat, Bawaslu Polman Gelar Fasilitasi Forum Warga

Hadirkan OKP, LSM dan Tokoh Masyarakat, Bawaslu Polman Gelar Fasilitasi Forum Warga

Spread the love
  • 27
    Shares

POLEWALI — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Polewali Mandar menggelar Kegiatan Pengawasan Pemilu Patisipatif Berupa Fasilitasi Forum Warga. Yang di gelar di Wisata Alam Salu Pajaan, Desa Batetangnga Kanang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Minggu (10/02/2019).

Hadir dalam dialog, Saifuddin (Ketua Bawaslu Kab. Polman), Fitrinela (Komisioner Bawaslu Prov. Sulbar Divisi Hukum dan Informasi), Usman, S.Ag (Komisioner Bawaslu Kab. Polman Divisi Hukum), Usman Sanjaya (Komisi Bawaslu Prov. Sulbar Divisi SDM dan Organisasi), HMI, PMII, GMNI, GMKI, DPK KNPI, GP. Ansor, LSM, Komunitas relawan Demokrasi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Polman, Saifuddin, mengatakan, Hari ini kami mengundang organisasi organisasi, tokoh agama dan tokoh masyarakat di 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Polewali, kecamatan Anreapi dan kecamatan Binuang.  Dimana Target dari kegiatan ini adalah untuk mempetakan dimana potensi-potensi yang akan tejadi dalam pemilu baik itu potensi politik uang, pemaksaan untuk memilih calon tertentu. 

“Dikecamatan, kami punya panwascam yang tugasnya untuk memberikan info tentang potensi-potensi yanga akan tejadi termasuk melaksanakan pencegahan. Dalam forum ini kita sama karena dalam pemilu itu sama baik dari professor, ataupun masyarakat biasa sama yaitu satu suara,”Ujarnya.

“Harapan kami dari kegiatan ini setelah ini kami mengharapakan setelah mengikuti kegiatan ini kembali dan membantu Panwas yang ada diwilayahnya dengan cara melaporkan kepada mereka ketika terjadi pelanggaran,”Sambungnya.

Ditempat yang sama, Usman Sanjaya selaku Komisioner Bawaslu Provinsi sulbar Divisi SDM dan Organisasi, mengatakan, Forum warga ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk menggali info dan mendekatkan Bawaslu kepada masyarakat dan mengajak masyarakat untuk bersama- sama mengawal pelaksanaan Pemilu sehingga berjalan dengan aman dan lancar. 

“Kami hadir disini untuk memberikan Support kepada teman-teman yang hadir dalam kegiatan forum warga ini untuk lebih bersemangat dalam mengawal Pemilu 2019 yang akan datang. Panwascam adalah ujung tombaknya Bawaslu. Pemantau pemilu harus tunduk pada peraturan Bawaslu. Tugasnya pemantau pemilu adalah memantau setiap tahapan pemilu,”kata Usman Sanjaya.

Usaman menyebutkan, dalam forum ini sengaja Komunitas-komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda sengaja dilibatkan dalam kegiatan ini dengan harapan dapat membantu Bawaslu bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat agar proses penyelenggaraan pemilu ini dapat berjalan aman dan damai. 

“Kita bebas memilih calon siapa saja, jangan mudah di intervensi, jangan mudah ditakut-takuti. Kami harapkan dari Bawaslu bagaimana pemilu ini adil. Kalau membungkus reses dalam bentuk kampanye tidak diperbolehkan. Dalam undang-undang nomor 7 bagaimana berlaku adil kepada peserta pemilu, ASN harus netral. Bagi ASN kalaupun tidak netral, jangan ditunjukan kepada orang lain khususnya kepada Bawaslu. Kalau ada yang melakukan pelanggaran pemilu, laporkan saja ke Bawaslu Kabupaten atau Bawaslu Provinsi. 
Selanjutnya dilakukan diskusi yang dipandu oleh moderator. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi pemilu 2019,”kata Usman.

Masih di tempat yang sama, Komisioner Bawaslu Prov. Sulbar Divisi Hukum dan Informasi, Fitrinela, mengatakan Bawaslu sebagai lembaga yang mempunyai mandat untuk mengawasi proses Pemilu membutuhkan dukungan banyak pihak dalam aktifitas pengawasan, salah satunya adalah dengan mengajak segenap kelompok masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi pengawasan setiap tahapannya.

“Keterlibatan masyarakat dalam pengawalan suara tidak sekadar datang dan memilih, tetapi juga melakukan pengawasan atas potensi adanya kecurangan yang terjadi, serta melaporkan kecurangan tersebut kepada Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi proses Pemilu dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran Pemilu,”Kata Fitrinela

Fitrinela, juga menyebutkan, Bagi masyarakat, dengan terlibat dalam pengawasan Pemilu secara langsung, mereka dapat mengikuti dinamika politik yang terjadi dan secara tidak langsung belajar tentang penyelenggaraan Pemilu dan semua proses yang berlangsung. Salah satu misi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat sipil.

“Pelibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu harus telebih dahulu melalui proses sosialiasasi dan transfer pengetahuan dan keterampilan pengawasan Pemilu dari Pengawas Pemilu kepada masyarakat, oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dan masyarakat pemilih,”ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, Kelompok masyarakat yang memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan Pemilu yang berlangsung jujur dan adil dengan berkomunikasi secara intensif dengan Bawaslu. 

“Peningkatan kolaborasi antara Bawaslu dengan kelompok masyarakat sipil inilah yang menjadi kunci peningkatan partisipasi bersama masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan lahir dari kegiatan Forum Warga yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan,”kata dia

Forum Warga sebagai salah satu model dalam meningkatkan pengawasan partisipasi masyarakat untuk mengawal penyelenggaraan Pemilu adalah wujud pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Melalui pendidikan pengawasan Pemilu, diharapkan Forum Warga memiliki karakter sebagai pengawas Pemilu. Peran warga negara dalam Pengawasan pemilu demi terwujudnya penyelenggaraan Pemilu adalah penting. Penyelenggaraan Pemilu akan berjalan dengan baik dalam setiap tahapan apabila mendapat pengawasan serta dukungan dari warga negara itu Sendiri.

“Program Forum Warga dilatarbelakangi masih banyaknya masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban dalam partisipasinya sebagai warga negara. Minimnya hak dan kewajiban politik itu mengakibatkan respon masyarakat dalam proses politik masih belum maksimal. Untuk itu, penting bagi Bawaslu melakukan identifikasi terhadap banyaknya forum warga yang eksis di masyarakat. Identifikasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menjalin kerjasama dalam pengawasan Pemilu. Fungsi kerjasama ini tidak hanya dapat memperkuat kapasitas pengawasan, tetapi juga mendorong pelibatan warga yang lebih luas dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilu,”Ujarnya.

Diakhiri sambutannya, Fitrinela, mengatakan, Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya Forum Warga ini adalah, Prinsipnya Forum Warga adalah upaya mendekatkan rakyat dengan persoalan-persoalan pengawasan Pemilu, upaya peningkatan partisipasi dan pemberian pemahaman bahwa keputusan politik untuk mengawal Pemilu berakibat pada kehidupan dasar rakyat.

“Dengan program ini diharapkan tumbuh kesadaran partisipasi masyarakat terhadap proses politik yang berkualitas. Individu pengawas pemilu kerap menjadi anggota dan terlibat dalam organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang dapat digunakan untuk melakukan sosialisasi pengawasan pilkada atau pemilu. Forum Warga menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya dan infrastuktur dalam pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan oleh pengawas,”tutupnya.

Editor: Fathir

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!