Home / Politik & Pilkada / Sambut Pemilu 2019, KPU Polman Goes To Campus

Sambut Pemilu 2019, KPU Polman Goes To Campus

Spread the love
  • 21
    Shares

POLMAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar menggelar Sosialisasi Tahapan Dan Pendidikan Pemilih KPU Goes To Campus Pemilihan Umum Tahun 2019

Sosialisasi dengan tema “Peran Mahasiswa Dalam Pemilu Serentak Tahun 2019” bertempat di Akademi Perawatan Yayasan Pendiri Pembina Pendidikan (Akper YPPP) Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sabtu (9/02/2019).

Hadir diantaranya, Munawir Arifin (Komisioner KPU Kab. Polman Divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas), Ikhsan R Effendi (PPK Wonomulyo Divisi sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Parmas), Idawati (Pengelola Yayasan Akper YPP Wonomulyo)

Mengawali sambutanya, Idawati selaku Pengelola Yayasan Akper YPP Wonomulyo, mengatakan, ucapkan terima kasih kepada KPU Kab. Polman yang telah hadir ditempat kami dalam rangka sosialisasi pendidikan pemilih.

“Kami dari kampus sangat antusias karena ini sebagai contoh acuan untuk para mahasiswa. Kami sangat berharap pemilu kali ini dapat memberikan contoh yang baik untuk para mahasiswa,”Ujarnya.

Dirirnya, juga berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan tertib. “Tujuannya adalah mahasiswa dapat berperan aktif di pemilu 2019,”ucapnya.

Ditempat yang sama, Komisioner KPU Kab. Polman Divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas, Munawir Arifin, mengatakan, Peserta pemilu adalah parpol, presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, perorangan untuk anggota DPD.


“Parpol adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita dalam memperjuangkan dan membela kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD1945,”Kata Munawir Arifin.

Ia juga menjelaskan, Pemilih adalah warga negara Indonesia yang sudah genap berusia 17 tahun atau lebih, sudah kawin atau sudah pernah kawin.

“Syarat pemilih adalah sudah berusia 27 tahun atau lebih, terdaftar sebagai pemilih, bukan TNI dan Polri, sedang tidak dicabut hak pilihnya, terdaftar di DPT, DPTb dan DPK,”jelasnya.

Selain itu, dikatakan, Ada empat tipe pemilih, pertama adalah pemilih rasional yang tingkat kedewasaan pendidikannya baik yang mampu melihat visi misi calon. kedua, pemilih kritis adalah pemilih yang mampu melihat dengan baik yang mampu mempelajari dengan sungguh-sungguh track record para calon dalam sistem politik yang sudah berjalan selama ini. Ketiga pemilih tradisional yang tidak melihat program tetapi dia melihat program. Keempat Pemilih Skeptis.

“Disinilah berkumpulnya para Golput. Jenis pemilih ini sangat kecil orientasi mereka pada ideologi maupun kebijakan partai atau kandidat. Mereka tidak berperhatian pada platfrom parpol, malas turut berpartisipasi dalam prosesi politik, sudah tidak percaya lagi dengan pemimpin. Siapapun yang memimpin, bagi mereka tak akan mampu memberi perubahan atau harapan untuk mereka. Kalau pun memilih di TPS, mereka akan mencoblos sesukanya tanpa kenal siapa yang dipilih,”Jelasnya.

Ditambahkan, Ancaman pemilu kita adalah politik uang. Politik uang selalu terjadi karena pasca reformasi meyakini bahwa kita tidak bisa duduk kalau tidak menggunakan uang. Maka oleh masyarakat di yakini kalau mereka tidak punya uang calon tidak akan bisa terpilih. Pemilu dan kekerasan, kalau melakukan kekerasan dalam pemilu akan dikenakan sanksi berat. Pemilu diskriminasi itu, KPU tidak akan membeda-bedakan dari mana calon berasal.

“Siapapun kita, mari bergandengan tangan untuk mengawasi demokrasi Indonesia menuju masa depan bangsa kita yang lebih baik. Saya berharap kepada mahasiswa untuk menghindari hoax, politik uang, dan SARA. Mari kita jaga bersama agar pemilu ini dapat berjalan dengan aman, sejuk dan berintegritas. Pesan saya datang ke TPS pada 17 April 2019 dan jangan Golput,”Tutupnya.

Laporan: Enda

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!