Home / Politik & Pilkada / JPPR Harap KPU dan Bawaslu Serius Jalani Tahapan Logistik

JPPR Harap KPU dan Bawaslu Serius Jalani Tahapan Logistik

Spread the love
  • 8
    Shares

MAMUJU — Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) berharap Penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu memberikan perhatian yang serius terhadap pengadaan logistik pemilu.

Koordinator JPPR Sulawesi Barat, Firdaus Abdullah mengatakan tahapan logistik menjadi salasatu tahapan krusial dalam pemilu 2019. Tahapan logistic mempunyai arti dan peran yang sangat penting, mengingat pemilu serentak pada tahun ini dilakukan dengan 5 jenis surat suara.

“Maka pengadaan logistik dan tahapannya menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. karena ketersediaan dan kecukupan logistik pemilu mempengaruhi kelancaran tahapan pemilu,”

Kata dia, jika hal tersebut tidak serius dilakukan oleh penyelenggara, akan membuka potensi-potensi kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu.

Dia mengatakan tahapan pengadaan logistik hari ini menjadi perhatian public, KPU dan Bawaslu harus memastikan proses pencetakan logistic harus sudah berjalan sesuai dengan prinsip dan acuan standar logistic. Acuan standar tahapan logistic seperti tepat prosedur tepat jumlah dan tepat jenis menjadi pijakan dasar bagi KPU dan Bawaslu dalam menjalankan tahapan logistic.

Mengingat pemilu 2019 menjadi pemilu serentak dengan 5 surat suara, artinya jenis logistic surat suara jumlahnya sangat banyak. Jenis logistic lainnya seperti, surat suara, segel, tinta, bilik pemungutan suara dan formilur berita acara, alat bantu tuna netra juga sangat penting, kaerana jika kualitas logistic pemilu yang tidak memadai juga akan mengganggu proses pemungutan dan penghitungan suara.


Saat ini tahapan pencetakak logistic sedang berlangsung, proses pencatakan logstik dilakukan di 8 (delapan) provinsi dan 34 Perusahan. Jika pad 17 April nanti disetiap TPS maksimal 300 DPT dengan 5 surat suara maka logistic jenis surat suara dalam satu TPS berjumlah 1.500 surat suara. Untuk logistic surat suara jika dalam satu kecamatan (Pulogadung, Kota Jakarta Timur) jumlah TPS sebanyak 769 TPS maka pada hari H nanti untuk kecamatan pulogadung terdapat 3.845 kotak suara. Gambaran diatas menunjukan baahwa kerumitan logitik menjadi hal yang sangat serius dan penting untuk menjadi perhatian penyelanggara, kondisi ini akan berpotensi hilang nya prinsip dasar logistic tepat jumlah dan tepat spesifikasi, potensi surat siara tertukar, kotak suara tertuka, surat suara kurang menjadi potensi kerawanan yang memicu adanya kecurangan.

”Sehinggah KPU dan Bawaslu harus serius serta terbuka terhadap public terkait tahapan logistic,” katanya

Dalam hal ini JPPR mengidentifikasi beberapa potensi kerawanan tahapan logistic sebagai berikut:

  1. Banyak logistic pemilu yang tidak tepat prosedur, tepat jumlah, tepat jenis dan tepat waktu.
  2. Adanya logistic yang tidak tepat sasaran pada saat pendistribusian, baik dari percetakan ke Gudang maupun daru KPU Kab/Kota ke Kecamatan maupun ke TPS.
  3. Adanya surat suara yang tertukar, antar dapil, antar TPS dan antar kelurahan.
  4. Jumlah surat suara dan sertifikat berita acara pada saat pencetakan harus seusai denganjumlah yang sduah ditentukan.
  5. Proses pensortiran dan pelipatan surat suara,surat suara sudah tercoblos
  6. Aspek keamanan dalam proses pencetakan, pendistribusian dan penyimpanan digudang.

Analisis dan Rekomendasi:

  1. Kualitas logistic pemilu yang memadai akan mengganggu proses pemungutan dan penghitungan suara.
  2. Ketersediaan dan kecukupan logistic pemilu akan mempengaruhi kelancaran tahapan pemilu.
  3. Penyediaan logistic pemilu yang tidak mencukupi akan menghambat pemilih dalam memberikan hak suaranya, sehinggah berpotensi menghilangkan hak pilih.

Laporan: Cuz

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!