Home / Nusantara / Mobil Antri, Ratusan TON Sawit Membusuk

Mobil Antri, Ratusan TON Sawit Membusuk

Spread the love
  • 9
    Shares

LUWU TIMUR — Miris nasib para petani kelapa sawit dengan kehidupan terbilang susah. Sudah harga murah, buah sawit yang diangkut melalui mobil truk ini ke Pabrik menghadapi hambatan antrian panjang sampai beberapa hari. Ironisnya, peristiwa itu membuat buah menjadi busuk dan harus dikenakan potongan sekitar 20-25%/Mobil.

Harga kelapa sawit di tingkat petani hanya Rp.400/kg dari harga normalnya dan sehinnga tidak ada lagi pedagang yang berniat membeli sawit, dikarenakan buah sawit rusak diatas truk akibat antrian.


Petani sawit mengatakan, tanaman sawit berbeda dengan tanaman karet, yang bisa bertahan lama. Sementara buah sawit harus dipanen, sebab buah yang tidak dipanen akan merusak batang kelapa sawit tersebut. karena itu para petani tetap memanen buah sawit, tapi hanya ditumpuk dikebun, kondisi ini membuat para patani sawit merugi.

Para petani berharap persoalan ini dapat diatasi Pemerintah daerah dengan bisa mengambil kebijakan tertentu, sehingga tidak mengorbankan para petani sawit didaerah ini.

Pada hari Rabu kemarin pada tanggal 5 Desember 2018, tepat jam 09.00 wita, dari pantauan awak media, kami menemui sejumlah supir mobil antrean dan mereka semua mengeluhkan tidak ada kejelasan para pihak Pabrik, PT. BUMI MAJU SAWIT (BMS) yang berada di Kecematan Angkona desa Mata Buntu Kabupaten Luwu Timur.

Harapan para supir mobil sawit, antrean agar segera ada kejelasan dari pihak-pabrik. Akibatnya, para supir mobil sawit sangat dirugikan waktu.

“Kami harap dari pihak perusahaan agar ada penjelasan, kenapa buah sawit di mobil kami belum diturunkan sedangkan sudah ditimbang,” ungkap salah satu sopir asal masamba yang enggan menyebutkan namanya.

Hingga berita ini dikabarkan, belum ada keterangan dari pihak parbrik/ perusahaan, bagaimana dan apa kendala sehingga sejumlah mobol truk pengangkut buah sawit ini masih menunggu dipinggir jalan masuk pabrik sepanjang 5 KM.

Laporan: Albadru

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!