Home / Daerah / Kajari Harap Semua Desa Di Mamasa Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

Kajari Harap Semua Desa Di Mamasa Ikut Program BPJS Ketenagakerjaan

Spread the love
  • 8
    Shares
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mamasa, Tende, SH.,MH. ( Foto: Leo)

MAMASA — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Mamasa, Tende, SH.,MH.,berharap agar Desa yang belum ikut program BPJS Ketenagakerjaan supaya mengikuti program tersebut, karena keikutsertaan pada program tersebut sangat penting dan merupakan perintah UU.

Hal ini diungkap Kajari Tende saat menjadi pemateri tunggal pada Rapat Koordinasi Kerjasama Operasional (KSO) BPJS Ketenagakerjaan & Pemda Kabupaten Mamasa “Peningkatan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Terhadap Aparat Desa Sebagai Wujud Pelaksanaan UU 24 Tahun 2018” yang digelar BPJS Ketenagakerjaan (TK) Kantor Cabang Perintis (KCP) Mamasa di Aula Mini Rujab Lembang Banggo Kelurahan Mamasa, Kemarin.

Kajari Tende mengatakan bahwa dasar keikutsertaan Desa pada program BPJS Ketenagakerjaan itu sudah tertuang dalam MoU antara Bupati Mamasa dengan BPJS Ketenagakerjaan (TK) namun sampai saat ini baru 55 Desa yang sudah mengikuti program ini,”113 Desa yang lain, apa kendalanya”? Tanya Tende. Masih banyaknya Desa yang belum mengikuti program ini menjadi perhatiaannya karena itu Tende berharap bersama dengan Pemdes dan Camat melakukan evaluasi kendala yang dihadapi oleh sejumlah Desa tersebit


Rapat KSO ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Asfar Nuryadin dihadiri oleh Kajari Mamasa, Tende, SH.,MM., sebagai pemateri tunggal yang berbicara dari perspektif hukum, Kadis Transnaker, Hermin Lullulangi’, sebagai moderator dan hadir sebagai peserta Ka.PMD, Yahya, MH., sejumlah Camat dan Kades.

Sebelumnya, Bupati Mamasa, Ramlan mengatakan, melaksanakan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat terutama pekerja merupakan wujud pelaksanaan amanat UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan harapan berjalan kondusif dan dinamis antara pemerintah dan masyarakat sehingga pada gilirannya, desa dapat mengembangkan pemberdayaan masyarakat desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pekerja di Mamasa terutama masyarakat yang ada di desa-desa.

“Namun sampai saat ini, BPJS Ketenagakerjaan mencatat dari 168 Desa di Kabupaten Mamasa, baru 55 Desa yang sudah menjadi peserta, sementara sisanya 113 Desa diharapkan segera menjadi peserta demi melindungi tenaga kerja dilingkup kerjanya,”ujar kajari

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (TK) Kantor Cabang Perintis (KCP) Mamasa, Rahmatia Arsad mengatakan bahwa KSO ini bertujuan untuk mewujudkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar resiko dalam menjalankan tugas sebagai aparat desa meliputi resiko kecelakaan kerja dan kematian bisa terlindungi.

“Seperti diketahui bahwa kepesertaan BPJS bisa menjadi tolak ukur keberhasilan suatu daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena dengan memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja disuatu daerah berarti juga pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan tenaga kerja tersebut, apalagi jaminan sosial sesungguhnya adalah hak warga negara khususnya para pekerja,”ucap Rahmatia Arsad

Dalam Rapat KSO ini, BPJS Ketenagakerjaan (TK) Kantor Cabang Perintis (KCP) Mamasa, secara simbolis menyerahkan santunan kematian kepada 2 ahli waris tenaga kerja Desa yang meninggal dunia.

Laporan: Leo

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!