Home / Pendidikan & Kesehatan / Cetak Penulis Muda, Kemah Literasi Sajikan Sistem Kelas Paralel

Cetak Penulis Muda, Kemah Literasi Sajikan Sistem Kelas Paralel

Spread the love
  • 2
    Shares

MAMUJU, — Masih kurangnya penulis-penulis muda yang berasal dari Mamuju, menjadi salah satu tantangan Pemerintah daerah Mamuju untuk mencetak para pemuda yang memiliki bakat di bidang penulisan.

Melalui Kegiatan Kemah Literasi yang dilaksanakan oleh dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju, di Pelataran Kompleks Rumah Adat Mamuju, dari 23-25 November 2018. Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap dapat mencetak para penulis muda usai kegiatan tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah menyajikan sistem kelas paralel yang diisi oleh pemateri-pemateri yang merupakan penulis-penulis berbakat dan telah melahirkan karya-karya tulisan berupa novel maupun cerpen. Seperti Mirawati Passolong, Adi Arwan Alimin, Gegge S Mappangewa dan Yanuardi Syukur.

Materi yang disajikan pun Beragam Mulai dari Trik Menulis Karya Fiksi, Trik Menulis Resensi, hingga membangun bangsa dengan kecerdasan Literasi. Yanuardi Syukur Penulis Muda yang telah melahirkan 90 buah buku, salah satu yang terkenal ialah, _Buya Hamka : Memoar Perjalanan Hidup Sang Ulama_ dalam materi kelas yang dipaparkannya mengungkapkan tantangan dalam kepenulisan bagi generasi muda salah satunya ialah malas membaca.

“Sedikitnya ada enam hal yang menjadi masalah di kalangan anak Muda saat ini khususnya dalam membuat suatu karya tulis, pertama ialah kurang membaca sehingga kosakata yang dimiliki menjadi terbatas. Selain itu seringnya mengonsumsi Berita Hoax atau Fake News, memiliki ras tidak percaya diri, tidak berpikiran jangka panjang, tak peka dengan perubahan dunia global dan bingung ketika mau memulai menulis menjadi tantangan bagi para penulis muda saat ini,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Yan tersebut.

Ketua Pelaksana Kegiatan Kemah Literasi, Fauzan Basir Odang mengungkapkan kegiatan Kemah Literasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju kali ini konsen terhadap pembentukan karakter siswa maupun mahasiswa peserta kegiatan yang nantinya diharap mampu menjadi penulis muda yang ada di Mamuju dan lebih jauh mampu menjadi influencer bagi sesamanya.

“Yang kami harapkan setelah kegiatan ini, lahir penulis-penulis muda baru yang mampu melahirkan karya sastra di tingkat siswa SMA maupun Mahasiswa yang ada di Mamuju, lebih jauh lagi kita harapkan para peserta ini mampu mempengaruhi teman-temannya yang lain untuk bisa tertarik dengan literasi,” ungkap Kabid Perpustakaan Mamuju itu

Riska Ardani, Salahsatu peserta kegiatan Kemah Literasi mengungkapkan kegembiraan nya dalam mengikuti kemah literasi tersebut. Ia menuturkan ini kali kedua ia mengikuti kegiatan serupa namun baru kali ini pemahaman akan karya sastra yang disajikan lebih intens.

“Sangat baik kak, baru kali ini kita diajarkan cara-cara menulis baik itu fiksi seperti cerpen, resensi hingga motivasi kita menulis melalui informasi-informasi tentang apa yang kita dapatkan dari menulis, salah satunya royalty,” ungkapnya.

Editor: Iqbal

About Fathir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!